Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor peternakan terus berkembang seiring kebutuhan terhadap sistem pengelolaan ternak yang lebih terukur dan efisien. Hal tersebut turut ditunjukkan melalui keikutsertaan Center of Excellence (CoE) Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia dalam ILDEX Indonesia 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 17–19 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang berkaitan dengan pengembangan sektor peternakan modern. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Dhavi Novrizal dari Program Studi Teknik Komputer dan Naufal Halim dari Program Studi Informatika dengan pendampingan Dr. Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut adalah StegoIoT, sistem peternakan cerdas yang dikembangkan melalui CoE Smart Agriculture. Teknologi ini memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan teknologi steganografi untuk mendukung proses pemantauan serta pengelolaan data ternak.
Menghubungkan Perangkat IoT dengan Pengelolaan Ternak
StegoIoT dikembangkan dengan menggabungkan beberapa perangkat yang memiliki fungsi berbeda dalam proses pemantauan ternak. Sistem tersebut mencakup Digital Smart Collar, StegoStick berbasis RFID, serta timbangan cerdas berbasis load cell.
Digital Smart Collar digunakan untuk membantu memantau kondisi sapi secara real-time. Sementara itu, StegoStick memanfaatkan RFID untuk proses identifikasi ternak sekaligus menerapkan mekanisme pengamanan data menggunakan teknologi steganografi. Komponen lainnya berupa timbangan cerdas berbasis load cell yang membantu proses pencatatan bobot ternak secara lebih praktis dan terukur.
Penggabungan beberapa perangkat tersebut menjadi gambaran bagaimana teknologi IoT dapat diterapkan pada lingkungan peternakan untuk menghasilkan sistem pemantauan yang lebih terintegrasi.
Tidak Hanya Sensor, Keamanan Data Juga Menjadi Perhatian
Pengembangan sistem peternakan berbasis teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan perangkat dalam mengumpulkan data. Aspek keamanan informasi juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam StegoIoT.
Selama kegiatan ILDEX Indonesia 2026, interaksi dengan pengunjung memberikan kesempatan bagi tim untuk menjelaskan penerapan teknologi tersebut secara langsung. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah penggunaan teknologi steganografi dalam pengamanan data ternak.
Hal tersebut menjadi bagian menarik dari pengembangan Smart Agriculture karena semakin banyaknya penggunaan perangkat digital dalam peternakan juga membuat pengelolaan dan perlindungan data menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Membawa Riset Kampus Lebih Dekat dengan Dunia Industri

ILDEX Indonesia 2026 menjadi ruang bagi tim Universitas Teknokrat Indonesia untuk memperkenalkan hasil pengembangan teknologi secara langsung kepada pengunjung dan pelaku industri. Dalam pameran tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta dari Indonesia yang diundang untuk memamerkan inovasi teknologi.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman di luar lingkungan akademik. Penjelasan mengenai teknologi kepada pengunjung memungkinkan mahasiswa melihat secara langsung berbagai pertanyaan, tanggapan, dan kebutuhan yang muncul dari calon pengguna maupun pihak industri.
Pendampingan Dr. Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP. turut menjadi bagian dari proses tersebut. Keterlibatan mahasiswa dalam pameran internasional memberikan pengalaman untuk memahami bagaimana sebuah hasil riset dapat diperkenalkan, dijelaskan, dan mendapatkan masukan dari lingkungan industri.
Smart Agriculture sebagai Ruang Kolaborasi Teknologi dan Peternakan
Keikutsertaan dalam ILDEX Indonesia 2026 memperlihatkan salah satu arah pengembangan Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu menggabungkan teknologi digital dengan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan.
Melalui StegoIoT, teknologi seperti IoT, RFID, sensor, load cell, dan steganografi diterapkan untuk mendukung pemantauan ternak sekaligus pengelolaan data. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital dalam peternakan tidak hanya berfokus pada otomatisasi, tetapi juga mencakup identifikasi, pencatatan, pemantauan, dan keamanan informasi.
Kehadiran inovasi tersebut di ILDEX Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengembangan Smart Agriculture kepada lingkungan industri yang lebih luas. Selain memperlihatkan hasil riset, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi serta kebutuhan sektor peternakan.
Dengan membawa inovasi dari lingkungan kampus ke forum industri internasional, CoE Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong pengembangan teknologi yang dapat diterapkan pada kebutuhan nyata di bidang pertanian dan peternakan.
